IBD Manusia dan Harapan



0 comments



Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing, Misalnya, Budi yang hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan tentu menjadi buah tertawaan orang banyak, atau orang itu seperti peribahasa “Si pungguk merindukan bulan”
Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan, misalnya Rafiq mengharapkan nilai A dalam ujian yang akan datang, tetapi tidak ada usaha, tidak pernah hadir kuliah. Ia menghadapi ujian dengan santai. Bagaimana Rafiq memperoleh nilai A. luluspun mungkin tidak.
Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
Harapan berasal dan kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.Jadi untuk mewujudkan harapan itu harus disertai dengan usaha yang sesuai dengan apa yang diharapkan Bila dibandingkan dengan cita-cita , maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk: sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang. Antar harapan dan cita-cita terdapat persamaam yaitu :
• keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud
• pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
Penyebab Manusia Mempunyai Harapan

Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langusung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Tidak ada satu manusiapun yang luput dari pergaulan hidup. Ditengah – tengah manusia lain itulah, seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik/jasmani maupun mental/ spiritualnya. Ada dua hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup
yaitu seperti :
* Dorongan kodrat
* Dorongan kebutuhan hidup
KESIMPULAN
menurut saya harapan yang ada pada diri manusia itu tergantung dari pengalaman hidup yang telah dialami manusia tersebut sehinga harapan dari masing-masing individu akan berbeda-beda.


IBD Manusia dan Kegelisahan



0 comments


Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang beraru tidak tenteram hatinya selalu merasa khawatir , tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hari maupun perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya tidak sabar ataupun dalam kecemasa.
Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu gejala tingkah laku atau gerak gerik tersebut muknya lain dari bisasanya mialnya berjalan mondar mandir dalam ruangan tertentu sambil menundukkannya kepadalnya memandang jauh kedepan sambil mengepalkan tangannya duduk termenung sambil memegang kepalanya duduk dengan wajah murung atau sayu, malas bicara dan lain lain
Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari keemasan karena itu dalam kehidupn sehari hari, kegelisahan juga diartikan sebagai kecemasan kekhawatiran ataupunk ketakutan definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena hal yang didingainkannya tidak tercapai.


Sebab-sebab Orang Gelisah
  • Gelisah terhadap dosa-dosa dan pelanggaran ( yang telah dilakukan )
  • Gelisah terhadap hasil kerja ( tidak memenuhi kepuasan spiritual)
  • Takut akan kehilangan milik ( harta dan jabatan )
  • Takut menghadapi keadaan masa depan ( yang tidak disukai )

Usaha-usaha Mengatasi Kegelisahan
Usaha-usaha yang dapat kita lakukan untuk mengatasi kegelisahan ini peratama-tama harus mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga kesulitan dapat kita atasi. Sedangkan cara yang paling ampuh untuk mengatasi kegelisahan adalah dengan berserah diri kepada Tuhan.

KESIMPULAN
Dari berbagai permasalahan hidup yang berlangsung dalam setiap kehidupan kita dapat menimbulkan suatu kegelisahan dan ketidakpastian dalam diri kita, akan tetapi hal ini dapat diatasi dengan cara merubah pola berpikir kita menjadi lebih bijaksana dan tidak berpikiran sempit, selalu mengandalkan Tuhan untuk mengatasi setiap masalah dalam hidup kita. 



http://yankumala.wordpress.com/2011/05/14/manusia-dan-kegelisahan/
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/01/faktor-faktor-penyebab-kesepian/


IBD Manusia dan Pandangan hidup



0 comments


Pandangan Hidup merupakan suatu dasar atau landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara. Semua manusia pasti mempunyai suatu pandangan hidup sendiri – sendiri dan kemungkinan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Tak sedikit pula orang yang mempunyai pandangan hidup yang sangat bertentangan dengan pandangan hidup orang yang lainnya, itulah yang sering memicu perdebatan diantara umat manusia dalam kehidupan sehari hari. 

Cita-Cita
Cita-cita merupakan hal yang ingin dicapai oleh setiap manusia , manusia ingin menjadi sesuatu yang menarik dan bermanfaat kelak di masa depannya.  cita-cita mulai diimpikan dan inginkan ketika manusia masih kecil dan mulai menanamkan tujuannya. (walaupun terkadang cita-cita dimasa kanak-kanak akan berbeda nantinya saat kita telah dewasa).  Cita-cita yang baik adalah cita-cita yang dapat dicapai melalui kerja keras, kreativitas, inovasi, dukungan orang lain dan sebagainya. 

Kebajikan
Kebajikan merupakan tindakan yang baik yang bermanfaat yang menimbulkan hal yang berbau kebaikan dan kebijaksanaan. Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. makna kebajikan adalah manusia yang berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, makhluk bermoral.  
Usaha dan Perjuangan

Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita – cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk melanjutkan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan, perjuangan untuk hidup dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan manusia tak dapat hidup sempurna. Apabila manusia ingin menjadi kaya, ia harus kerja keras. Bila seseorang ingin menjadi ilmuwan, ia harus rajin belajar dan mengikuti semua ketentuan akademik.

Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu atau jasmani/tenaga, dan bisa juga keduanya. Para ilmuwan lebih banyak bekerja keras dengan otak/ilmunya daripada jasmani/tenaganya. Sebaliknya buruh bekerja keras dengan jasmani/tenaganya daripada otaknya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan mengikatkan harkat dan martabat manusia. Pemalas membuat manusia itu miskin, melarat dan tidak mempunyai harkat dan martabat. Karena itu tidak boleh bermalas – malasan, bersantai – santai dalam hidup ini. Santai dan istirahat ada waktunya dan manusia yang mengaturnya.

KESIMPULAN
Dari uraian diatas, menurut saya pandangan hidup setiap orang akan menentukan cara orang tersebut bertindak dan berperilaku di dalam kehidupannya. Hal ini akan mempengaruhi setiap langkah dan keputusan yang dipilihnya sehingga hal ini akan mempengaruhi cita-cita dan masa depannya. Agar kehidupan yang kita jalani ini berjalan dengan baik dan tercapainya keinginan kita akan cita-cita dan sesuatu yang kita dambakan maka cara pandang yang baik akan sangat membatu kita untuk mencapai semua itu. Untuk memiliki cara pandang yang baik dapat dilakukan dari awal atau biasa kita kenal dengan pembentukan mental dan karakter, dimana kita harus membentuk mental yang baik dan kuat sehingga karakter kita atau pun cara pandang  kita akan hidup ini akan menjadi baik dan akan membawa kebaikan dalam hidup kita.


sumber     :  http://sarahabibah.blogspot.com/2012/06/usaha-atau-perjuangan.html
                      http://jiwareformasi.blogspot.com/2012/06/pengertian-kebajikan.html



IBD Manusia dan Keadilan



0 comments



Keadilan
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa “Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran”. Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: “Kita tidak hidup di dunia yang adil”. Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya
Macam-macam Keadilan
Keadilan Legal atau Keadilan Moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasarnya paling cocok baginya (Than man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan Sunoto menyebutnya keadilan legal.
2.    Keadilan Distributif
Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally).
3.    Keadilan  Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidak adilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.

Kejujuran
Kejujuran adalah bagian dari harga diri yang harus dijaga karena  bernilai tinggi. Kejujuran diikat dengan hati nurani manusia, dan keduanya itu merupakan anugerah dari Allah Swt. Kejujuran merupakan sifat manusia sejak awal tetapi untuk digunakan atau tidak suatu kejujuran itu kembali ke pribadi itu sendiri
Dengan kejujuran ini sebagai hasilnya manusia meliki kepercayaan dan harga diri yang tinggi. Dengan kita bicara jujur manusia mendapat kepercayaan dari orang-orang disekitar serta dinilai baik dimata Tuhan
·        Hal” yang dapat menghilangkan kejujuran :
1.     Bohong,
2.     Mencuri,
3.     Manipulasi,
            4.     Inkar janji.

  Kecurangan
Kecurangan merupakan perbuatan yang kurangbaik , biasanya terjadi dalam permasalahan kompetisi kecurangan dilakukan dalam berbagai upaya untuk mencapai sesuatu yang menyenangkan dan menimbulkan rasa puas. Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hari nuraninya atau, orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha.
Kecurangan menyebabkan orang menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita.
·          
          Perhitungan (Hisab)
Dalam islam kita kenal yaitu Yaumul hisab yaitu hari perhitungan segala amal dan perbuatan kita semasa hidup kita didunia. disini manusia yang telah meninggal akan di hitung semua amal baik dan buruknya jika amal baiknya lebih banyak maka iya akan masuk surga dan jika amal buruknya jauh lebih banyak maka akan masuk neraka. dan di neraka inilah segala perbuatan jahat manusia di dunia akan di balas sesuai dengan banyaknya kejahatan mereka didunia

Pembalasan  
Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Dimana ada korban yang dirugikan atas reaksi itu, pembalasan dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. 
Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan akan memberikan pembalasan bagi orang-orang yang bertaqwa yaitu dengan surga. Bagi yang tidak bertakwa kepada Tuhan diberikan pembalasan atau siksaan dan bagi yang mengingkari perintah Tuhanpun diberikan pembalasan atau siksaan api neraka.
Pembalasan disebabkan sifat dendam. Dendam merupakan sifat yang di benci oleh tuhan, dan merupakan sifat tercela, sifat ini belum akan merasa puas apabila diri kita belum membalaskan kekecewaan atau kekesalan hati kita terhadap oarang yang melakukan kejahatan kepada kita

sebagai contoh:
Rangga memberikan makanan kepada teman sekolahnya Retno yang kebetulan sedang tidak membawa makanan dan uang saku. Dilain kesempatan ketika Rangga lupa membawa bekal makanan dan uang sakunya atau sedang dalam kesulitan, Retno memberikan makanan atau bantuan kepada Rangga. Perbuatan Retno kepada Rangga tersebut merupakan perbuatan serupa, dan ini merupakan pembalasan.

Kesimpulan
menurut saya pribadi kejujuran itu sendiri adalah suatu keadaan apa adanya dimana seseorang akan memiliki kesadaran penuh untuk mengetahui dan menanggung konsekuensi yang diakibatkan oleh perkataan maupun perbuatan yang akan dilakukannya. sedangkan kecurangan itu kebalikannya dari kejujuran, dimana seseorang yang memiliki kesadaran penuh yang dengan sengaja bertindak tidak pada kenyataannya meskipun akan membawa dampak buruk bagi dirinya sendiri maupun orang-orang disekelilingnya.
sumber: http://tristantyrahayu5.blogspot.com/2013/10/ilmu-budaya-dasar-manusia-dan-keadilan_7519.html


Pertanyaan dan Jawaban ( Manusia dan Tanggung Jawab



0 comments
Pertanyaan dan Jawaban
Manusia dan Tanggung Jawab

Pertanyaan dan Jawaban 

1. Mengapa anak kecil tidak bertanggung jawab dan mengapa Orangtua nya yang harus   menanggung nya ?

Jawab: Karena anak kecil belum tahu menahu soal tanggung jawab, rasa tanggung jawab itu timbul ketika iya tumbuh dewasa dan melihat berbagai pengalaman yang nantinya menjadi pelajaran terhadap anak tersebut , peran orangtua sendiri tentu saja bertanggung jawab penuh terhadap anaknya seorang ayah bertanggung jawab untuk menafkahi keluarganya dan seorang ibu yang bertanggung jawab untuk mengurus anaknya. orang tua juga harus memberi pengajaran tentang tanggung jawab itu sendiri terhadap anaknya.


2. Dalam Bertanggung jawab apakah membutuhkan pengorbanan ?

Jawab: Iya, dalam bertanggung jawab tentu saja membutuhkan pengorbanan sebagai contoh Seorang ibu yang bertanggung jawab terhadap anaknya, ,misalnya anak bayi yang menangis dimalam hari seorang ibu harus menenangkannya padahal ketika itu waktunya jam tidur. (pengorbanan waktu), Contoh lain seorang pengunjung toko furniture yang sedang melihat-lihat barang dan tak sengaja memecahkannya maka ia harus bertanggung jawab untuk mengganti barang tersebut ia mengorbankan uang nya untuk ganti rugi barang tersebut. (pengorbanan dalam bentuk materi). 

3. Manakah yang harus didahulukan Tanggung jawab kepada diri sendiri atau Tanggung jawab kepada masyarakat? (sebagai contoh ketika ada tetangga yang meninggal dunia dan di saat itu pula kita harus bekerja)

Jawab: Menurut kelompok kami alangkah baiknya bertanggung jawab terhadap masyarakat dahulu dan kita tahu sudah menjadi kewajiban kita untuk saling bantu-membantu sesama manusia yang tentu saja dengan penuh rasa keikhlasan , namun terkadang ada juga manusia yang hanya mementingkan dirinya sendiri. untuk hal ini tergantung masing-masing individu sendiri.

4. Bagaimana bentuk tanggung jawab terhadap orang yang sakit hati ? (sebagai contoh sepasang kekasih yang dimana wanita nya tersakiti hatinya oleh pria dan pria tersebut harus bertanggung jawab)

Jawab: yang harus dilakukan yaitu meminta maaf kepada orang yang tersakiti melakukan perminta maaf sendiri juga merupakan bentuk suatu pertanggung jawaban , kita tidak boleh lari begitu saja dari permasalahan , selanjutnya bila keadaan sudah agak membaik rundingkan lah dan mencari jalan keluar yang terbaik untuk nanti kedepannya.

5. Anak paling besar dalam sebuah keluarga yang tidak sanggup untuk menafkahi adik-adiknya ,( yang dimana mereka ditinggalkan oleh kedua orang tua mereka) , apakah hal tersebut dapat dikatakan sebagai kegagalan dalam bertanggung jawab?

Jawab: iya , jika anak tersebut sudah cukup umur untuk bekerja , tetapi jika ia masih di bawah umur saudara merekalah yang mungkin harus bertanggung jawab untuk sementara dalam menafkahi nya, jika anak yang paling besar sudah cukup umur dan bisa bekerja maka kewajiban ia untuk bertanggung jawab terhadap adik-adiknya.

6. Bagaimana bentuk Konkret dari Pengabdian?

Jawab: Pengabdian merupakan perbuatan baik yang berupa pikiran dan pendapat sebagai perwujudan kesetiaan, atau suatu kesetiaan yang di lakukan dengan ikhlas.Pengabdian itu ada hakekatnya yaitu rasa tanggung jawab. Apabila orang bekerja keras seharian penuh itu untuk mencukupi kebutuhannya. Lain halnya jika kita hanya membantu teman dalam kesulitan mungkin sampai berhari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya sebuah bantuan saja.

7. Dalam Tanggung jawab kepada negara , Bagaimanakah tanggung jawab seorang Presiden kepada negaranya?

Jawab: Presiden harus menjalankan haluan negara menurut garis garis besar yang ditetapkan Majelis. Presiden diangkat oleh Majelis,bertunduk dan bertanggung jawab pada majelis. Ia ialah "mandataris" dari Majelis. Ia berwajib menjalankan putusan-putusan Majelis. Presiden tidak "neben",akan tetapi "untergeordnet" kepada majelis.

IBD Manusia dan Penderitaan



0 comments


Penderitaan berasal dari kata dasar derita. Sementara itu kata derita merupakan serapan dari bahasa sansekerta, menyerap kata dhra yang memiliki arti menahan atau menanggun. Jadi dapat diartikan penderitaan merupakan menanggung sesuatu yang tidak meyenakan. Penderitaaan dapat muncul secara lahiriah, batiniah atau lahir-batin. Penderitaan secara lahiriah dapat timbul karena adanya intensitas komkosisi yang mengalami kekurangan atau berlebihan, seperti akibat kekurangan pangan menjadi kelaparan, atau akibat makan terlalu banyak menjadi kekenyangan, tidak dapat dipungkiri keduanya dapat menimbulkan penderitaan. Adapula kondisi alam yang ekstrem, seperti ketika terik matahari membuat kepanasan, atau saat kehujanan membuat kedinginan.

Ada pula penderitaan yang secara lahiriah seperti sakit hati karena dihina, sedih karena kerabat meninggal, putus asa karena tidak lulus ujian. Atau penyesalan karena tidak melakukan yang diharapkan. Sementara yang lahir-batin dapat muncul dikarenakan penderitaan pada sisi yang satu berdampak pada sisi yang lain atau dengan kata lain penderitaan lahiriah memicu penderitaan batiniah atau sebaliknya.

Hubungan Manusia dengan Penderitaan
 

Allah adalah pencipta segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Dialah yang maha kuasa atas segala yang ada isi jagad raya ini. Beliau menciptakan mahluk yang bernyawa dan tak bernyawa. Allah tetap kekal dan tak pernah terikat dengan penderitaan.
Mahluk bernyawa memiliki sifat ingin tepenuhi segala hasrat dan keinginannya. Perlu di pahami mahluk hidup selalu membutuhkan pembaharuan dalam diri, seperti memerlukan bahan pangan untuk kelangsungan hidup, membutuh air dan udara. Dan membutuhkan penyegaran rohani berupa ketenangan. Apa bila tidak terpenuhi manusia akan mengalami penderitaan. Dan bila sengaja tidak di penuhi manusia telah melakukang penganiayaan. Namun bila hasrat menjadi patokan untuk selalu di penuhi akan membawa pada kesesatan yang berujung pada penderitaan kekal di akhirat.
 
Manusia sebagai mahluk yang berakal dan berfikir, tidak hanya menggunakan insting namun juga pemikirannya dan perasaanya. Tidak hanya naluri namun juga nurani.
 
Manusia diciptakan sebagai mahluk yang paling mulia namun manusia tidak dapat berdiri sendiri secara mutlah. Manusia perlu menjaga dirinya dan selalu mengharapkan perlindungan kepada penciptanya. Manusia kadang kala mengalami kesusahan dalam penghidupanya, dan terkadang sakit jasmaninya akibat tidak dapat memenuhi penghidupanya.
 
Manusia memerlukan rasa aman agar dirinya terhidar dari penyiksaan. Karena bila tidak dapat memenuhi rasa aman manusia akan mengalami rasa sakit. Manusia selau berusaha memahami kehendak Allah, karena bila hanya memenuhi kehendak untuk mencapai hasrat, walau tidak menderita didunia, namun sikap memenuhi kehendak hanya akan membawa pada pintu-pintu kesesatan dan membawa pada penyiksaan didalam neraka.
 
Manusia didunia melakukan kenikmatan berlebihan akan membawa pada penderitaan dan rasa sakit. Muncul penyakit jasmani juga terkadang muncul dari penyakit rohani. Manusia mendapat penyiksaan di dunia agar kembali pada jalan Allah dan menyadari kesalahanya. Namun bila manusia tidak menyadari malah semakin menjauhkan diri maka akan membawa pada pederitaan di akhirat.
 


Kesimpulan
penderitaan merupakan realitas hidup, penderitaan juga merupakan selingan dalam menjalani kehidupan ,penderitaan juga merupakan sesuatu yang amat tidak mengenakan dan semua orang tidak ingin hal ini terjadi kepada dirinya masing-masing , tetapi Allah memberi kita cobaan dan penderitaan semata-mata agar kita menjadi lebih kuat dan menjadi orang yang penyabar , kita tidak boleh terpuruk dan menyerah hanya karena penderitaan yang datang bertubi-tubi justru kita harus bangkit dan berusaha melihat kedepan untuk meraih suatu kebahagiaan.
bahkan sebuah penderitaan bisa menjadi sebuah pelajaran penting bagi kehidupan kita kelak,penderitaan dan cobaan memang suatu cobaan yang berat jika kita rasakan,tapi cobalah belajar ikhlas dan menjalani semuanya dengan sabar,maka akan ada jalan yang indah nantinya.

Sumber: http://arfanart.wordpress.com/2012/06/13/manusia-dan-penderitaan/

IBD Manusia dan Cinta Kasih



0 comments



Cinta Kasih
Pengertian Cinta Kasih
Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya WJS Poerwadarminta. Cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayag (kepada). Ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai menaruh belas kasihan. Pengertian tentang cinta dikemukakan oleh Dr. Sarlito.W.Sarwono. dikatakan bahwa cinta memiliki 3 unsur yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan.

1. Keterikatan
 keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia.

2. Keintiman
Keintiman yaitu adanya kebiasaan - kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilanpanggilan formal seperti bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan sayang.

3. Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih saying yang mendalam.


4. Kasih Sayang
Kasih saying adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam kehidupan berumah tangga kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Kasih sayang ini merupakan pertumbuhan dari cinta. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggungjawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah satu unsur kasih sayang hilang. 


 Hubungannya dengan Manusia
Manusia sangat memerlukan cinta dan kasih sayang , sebagai makhluk yang sempurna manusia ditakdirkan untuk saling mencintai dan mengasihi satu sama lain , diawali dengan rasa ketertarikan antara satu individu dengan individu yang lain , timbul rasa ingin menyayangi , sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh dan saling melengkapi. Cinta dan kasih sayang tidak hanya terjadi  terhadap sesama individu yang paling utama adalah rasa cinta dan kasih sayang terhadap sang maha pencipta rasa sayang terhadap Tuhan yang telah memberi kita segalanya.


Kesimpulan
 manusia dan cinta kasih merupakan satu kesatuan yang sangat utuh dan tidak dapat dipisahkan, cinta dan kasih sayang didapatkan manusia semenjak ia dilahirkan rasa sayang yang diperoleh dari orangtua ,dari sanak 
saudara hingga Tuhan yang maha kuasa ,  mencintai dan mengasihi seseorang secara tulus menimbulkan perasaan yang tentram dan damai ,juga menimbulkan rasa ingin memiliki dan melindungi orang yang kita cintai.
 cinta yang kita miliki haruslah dipandang dari sudut pandang yang objektif, yang mengacu pada nilai-nilai kebaikan dan juga haruslah sesuai dengan takarannya sehingga tidak kelewat batas. Karena sesuatu yang berlebihan itu tidak akan menimbulkan kebaikan dan keharmonisan dalam kehidupan kita.

Sumber: http://vaniaibd.blogspot.com/2012/10/manusia-dan-cinta-kasih.html
newer post older post